Rabu, 13 Januari 2010

P R E S S R E A L E A S E

P R E S S R E A L E A S E
RANGKAIAN KEGIATAN MUSYAWARAH NASIONAL VIII HIMPUNAN MAHASISWA ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN INDONESIA (HIMITEKINDO)
Pekanbaru, 20-25 Januari 2010

“Laut Sumber Kemakmuran dan Kedaulatan Bangsa”



Melihat kondisi terakhir, Indonesia selalu “kecolongan” akan peluang – pulau yang ada. Seakan semakin jauh dari yang dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dimana Indonesia sebagai penghasil terbesar perikanan. terbukti dari kebijakan prioritas pembangunan Indonesia yang baru digelontorkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia yakni Sektor Perkebunan dan Pertambangan, minimnya anggaran bagi sektor kelautan berimbas pada lemahnya kontrol pengawasan area laut, tingginya angka kemiskinan masyarakat pesisir, dan terbatasnya sarana penangkapan ikan dan lain sebagainya.

Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) melihat ini sebagai suatu bahan yang akan dikupas dalam Simposium Nasional Kelautan yang bertemakan "Laut sebagai sumber kemakmuran dan kedaulatan bangsa". Sebagai wadah perkumpulan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan se - Indonesia dalam konteks ini mencoba menyelenggarakan sebuah agenda rutin yang dikemas dalam Rangkaian Kegiatan Musyawarah Nasional VIII Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) pada tanggal 20 – 25 Januari 2010 bertempat di Kampus Bina Widya Universitas Riau Panam – Pekanbaru Riau yang perkirakan diikuti oleh 5000 orang diantaranya: perwakilan peserta/mahasiswa dan alumni ilmu kelautan se – Indonesia yang meliputi UNSYIAH-Banda Aceh, UNRI -Pekanbaru, UNSRI-Palembang, IPB-Bogor, ITB-Bandung, UNPAD-Jabar, UNDIP-Semarang, ITS-Surabaya, UHT-Surabaya, UNIJOYO-Madura, UNHAS - Makassar, UNSRAT-Manado, UNKHAIR-Ternate, UNPATI-Ambon, UNIPA-Papua, selebihnya Unsur Pemerintah Pusat dan daerah, KOMISI IV DPR-RI, LSM/NGO, masyarakat nelayan, tokoh masyarakat dan instansi terkait di Riau. Rangkaian kegiatan ini mengemas beberapa kegiatan diantaranya:

1. Simposium Nasional Kelautan | Bertemakan “Laut sumber kemakmuran dan kedaulatan bangsa” menghadirkan beberapa narasumber tingkat nasional diantaranya: Dr. Ir. Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai Keynote Speaker, Dr. Ir. Alex W Retraubun, M.Sc Wakil Menteri Perindustrian, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, MS Pakar/Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, KOMISI IV DPR RI dan lain sebagainya.


2. Deklarasi Wadah Ikatan Alumni Kelautan Indonesia | Setelah lebih dari 2 dekade menelurkan sarjana – sarjana dibidang kelautan, dalam moment ini kita akan mempelopori terbentuknya wadah ini sebagai pemersatu alumni kelautan seluruh Indonesia

3. Lokakarya Mahasiswa Kelautan Nasional |Mengupas issue – issue terkini seputar kelautan dan perikanan di masing – masing daerah, mendiskusikan, merumuskan solusi dan kemudian dibuat suatu rekomendasi kepada Pemerintah.

4. Musyawarah Nasional VIII HIMITEKINDO | Proses regenerasi kepengurusan selang 2 tahun, diharapkan dapat membentuk kader – kader dan langkah organisasi dalam mengawal pembangunan Indonesia khusunya dibidang kelautan dan perikanan.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan kawasan kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas sekitar 18.000 pulau besar dan kecil. Pulau-pulau itu terbentang dari timur ke barat sejauh 6.400 km atau sepadan dengan jarak London dan Siberia dan sekitar 2.500 km jarak antara utara dan selatan. Garis terluar yang mengelilingi wilayah Indonesia adalah sepanjang kurang lebih 81.000 kilometer dan sekitar 80% dari wilayah ini adalah laut. Dengan bentang geografis itu, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas yaitu 1,937 juta kilometer persegi daratan, dan 3,1 juta kilometer territorial laut,serta luas laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta kilometer persegi.

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku, bahasa, dan budayanya. Secara fisik antar satu budaya dan budaya lain dipisahkan oleh laut, namun dari sisi kemaritiman pemisahan itu tidak pernah ada karena seluruh perairan yang ada di Nusantara adalah pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah. Dalam proses perkembangannya tingkat integrasi dapat berbeda-beda baik secara geografis maupun secara politis, ekonomis,sosial dan kultural.

Dengan kekayaan yang melimpah ruah, sumber daya alam di bawah laut diketahui memiliki 60 cekungan minyak dan gas bumi, yang diperkirakan dapat menghasilkan 84,48 miliar barrel minyak. Dari jumlah cekungan itu, 40 cekungan terdapat di lepas pantai dan 18 cekungan lagi ada di pesisir. Meski cadangan minyak dan gas bumi Indonesia tergolong besar. Cadangan ini tersebar pada lokasi perairan yang terpencil.

Demikianlah siaran ini kami sampaikan atas partisipasi saudara/I rekan – rekan media baik nasional maupun local dapat menggugah betapa pentingnya pembangunan berbasis kelautan.

Jalesveva jayamahe


TTD


PANITIA MUNAS HIMITEKINDO VIII

0 komentar:

 
footer